Beras Akan Di Kemas Dalam Sachet Di Indonesia

Indonesia sudah menyiapkan langkah strategis untuk memberikan beras murah dan berkualitas bagi masyarakat.Langkah-langkah ini di siapkan Direktur Utama Perum Bulog yaitu Budi Waseso dengan cara membuat beras dalam bentuk kemasan dan bentuk renceng atau biasa yang di sebut sachet.Budi Waseso menerangkan,masyarakat sangat ingin mendapatkan beras sebagai kebutuhan pokok dengan harga yang murah dan tentu berkualitas oleh sebab itu kita membuat terobosan baru yang akan di lakukan menyalurkan beras curah dalam bentuk kemasan.

Beras-beras yang akan di kemas dalam kemasan itu dari 5 kilogram sampai dengan 10 kilogram dan kita akan memasang sistem pengontrol dengan menggunakan sistem barcode.Budi waseso juga berharap kedepannya juga akan segera dengan istilah beras renceng atau sachet,yang akan di kemasan 1 sachet=200 gram dan juga harganya relatif murah tapi memiliki jaminan kualitasnya dan beras sachet itu nanti sudah ada di warung-warung kecil maupun warung-warung rokok.

Kedua produk yang Budi Waseso maksudkan harga untuk pemasarannya masih di hitung agar nanti harganya tidak di nilai mahal dengan harga beras yang beredar sekarang.Namun menurut Direktur Utama Perum Bulog ini harga beras sekarang relatif mahal tapi kalau bisa di pangkas-pangkas harga beras sebenarnya bisa lebih murah.Langkah strategis tadi masih harus dimatangkan dan Budi waseso harus berkoodinasi dengan Kementerian Perdagangan dan Kementerian Pertanian untuk melaksanakan program ini.

Semua langkah-langkah strategis ini harus di pikirkan secara baik-baik karena ini menyangkut hidup perut masyarakat Indonesia dan ini yang menjadi beban yang harus di hadapi Oleh Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso.Budi Waseso dan pihaknya tidak akan menyerah untuk bisa menstabilkan harga-harga beras di indonesia dan kualitas di pasar.Untuk mengantispasi Bulog selalu di siapkan stok seandainya beras ini di timbun atau di hambat perederannya

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*